Parade kapal hias bertajuk “Dancing on The Boat”, Minahasa menampilkan kapal berwarna merah yang dihiasi mural pesona alam dan budaya daerah serta ikon Benteng Moraya,
TONDANO, TRENDSULUT – Kabupaten Minahasa tampil memikat dalam Sailing Pass Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) Bitung 2026, Sabtu (10/10/2026). Mengusung kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam, Minahasa memanfaatkan festival bahari ini sebagai panggung promosi potensi pariwisata daerah hingga ke tingkat internasional.
Partisipasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moudy Pangerapan.
Dalam parade kapal hias bertajuk “Dancing on The Boat”, Minahasa menampilkan kapal berwarna merah yang dihiasi mural pesona alam dan budaya daerah. Ikon Benteng Moraya, yang merepresentasikan sejarah perjuangan rakyat Minahasa, menjadi salah satu daya tarik utama dalam penampilan tersebut.
Tak hanya menonjolkan sisi visual, kapal hias itu juga dipercantik dengan lukisan burung Manguni dan motif bunga khas Minahasa. Suasana semakin semarak dengan atraksi tari Kabasaran serta kehadiran figur Waraney Wulan yang merepresentasikan semangat kepahlawanan dan identitas budaya Tou Minahasa.
Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa Minahasa tidak hanya memiliki potensi wisata alam, tetapi juga warisan sejarah dan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Vanda Sarundajang menegaskan, keikutsertaan Minahasa dalam FPSL 2026 bukan sekadar meramaikan agenda festival, melainkan menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan daerah kepada masyarakat luas.
“Melalui mural, tarian dan simbol budaya, kami ingin menunjukkan bahwa Minahasa kaya akan seni, sejarah dan pesona alam yang layak dikenal dunia,” ujar Vanda.
Menurutnya, promosi melalui festival budaya dan pariwisata menjadi salah satu cara untuk memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minahasa, Moudy Pangerapan, berharap partisipasi tersebut dapat memperluas jangkauan promosi destinasi wisata Minahasa sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.
“Ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pelestarian budaya lokal dan pengembangan pariwisata menuju Minahasa Daerah Pariwisata Maju dan Sejahtera,” kata Moudy.
Festival Pesona Selat Lembeh 2026 yang mengusung tema “Together in Harmony” menjadi ruang kolaborasi antardaerah dalam mempromosikan potensi pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara.
Bagi Minahasa, keikutsertaan dalam festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan warisan leluhur kepada khalayak yang lebih luas. Melalui perpaduan Benteng Moraya, burung Manguni, tarian Kabasaran, dan simbol budaya lainnya, Minahasa menegaskan bahwa kekayaan tradisi merupakan modal penting dalam mendorong kemajuan pariwisata daerah.(bly)

Tinggalkan Balasan