IKLAN TEST

Sekda Minahasa, Lynda Watania memimpin rombongan Pemkab Minahasa dalam kunjungan kerja dan Capacity Building Petani  Bawang Merah di Kabupaten Enrekang

Tondano, TRENDSULUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa semakin serius memperkuat sektor pertanian. Dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si, rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, untuk mempelajari keberhasilan daerah tersebut dalam mengembangkan komoditas bawang merah, Selasa (30/6/2026).

Sekda Lynda Watania memimpin dialog bersama Bupati dan para petani Enrekang

Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan Capacity Building Petani Champion Bawang Merah ini menjadi langkah strategis Pemkab Minahasa dalam mencetak petani hortikultura yang lebih kompeten, inovatif, dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Rombongan Pemkab Minahasa disambut langsung oleh Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga bersama Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Muhamad Zulkarnain Kara, AP., M.Si, di Kebun Raya Massenrempulu. Agenda kemudian dilanjutkan dengan dialog dan pembelajaran lapangan bersama para Petani Champion Bawang Merah di Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme, para petani sukses Enrekang membagikan pengalaman mengenai teknik budidaya modern, pengelolaan lahan yang efektif, pengendalian hama dan penyakit, hingga strategi pemasaran yang mampu meningkatkan hasil panen sekaligus pendapatan petani. Dimana ada sekitar 8000 haktar lokasi lahan pertanian ditanami bawang oleh para petanu chanpion Kabupaten Enrekang.

Foto Bersama Rombongan Pemkab Minahasa dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Enrekang

Sekda Minahasa, Dr Lynda Watania, mengapresiasi sambutan Pemerintah Kabupaten Enrekang dan keterbukaan para petani yang bersedia berbagi ilmu serta pengalaman.

Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Minahasa untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus mendorong lahirnya komoditas unggulan yang memiliki daya saing tinggi.

“Dengan belajar langsung dari daerah yang telah berhasil mengembangkan bawang merah, kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan oleh para petani di Kabupaten Minahasa sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Watania.

Ia menegaskan, penguatan kapasitas petani menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian.

Sementara itu, Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga menyambut positif kunjungan tersebut dan berharap hubungan kerja sama antara Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Minahasa terus berkembang, terutama dalam pertukaran inovasi dan teknologi pertanian.

“Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat bagi kedua daerah dan mampu mendorong kemajuan sektor pertanian yang berkelanjutan,” harapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Asisten Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Sigit Setiyawan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Enrekang, Kabag Protokol Kabupaten Enrekang, Camat Anggeraja, serta para Petani Champion Bawang Merah Kabupaten Enrekang.

Sementara dari Kabupaten Minahasa hadir mendampingi Sekda, yakni Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Administrasi Umum, Inspektur, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Pangan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Ekonomi, para petani hortikultura, hingga pedagang beras.

Melalui studi lapangan ini, Pemkab Minahasa berharap mampu mengadopsi berbagai praktik terbaik yang telah diterapkan di Enrekang sehingga dapat mempercepat pengembangan budidaya bawang merah di Minahasa.

Langkah tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak petani champion, meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.(bly)