
Suasana Ibadah HUT ke-60 Kadis Perkimtan Sulut Alexander Wattimena
MANADO, TRENDSULUT – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Ibadah Syukur HUT ke-60 Kepala Dinas, Ir. Alexander Imanuel Wattimena, ST., MSi, Kamis (16/4/2026) di Aula Perkim.
Ibadah yang dipimpin Pdt. drs. Ferdy H. Poluan, M.Th itu dihadiri Sekretaris Dinas Jelly Christian Songkaton, S.STP., MSi, para Kepala Bidang, PPK, pegawai, serta seluruh jajaran Dinas Perkimtan Sulut. Alexander Wattimena hadir didampingi istri dan anak tercinta.
Dalam sambutannya, Alexander Wattimena mengaku bersyukur bisa mencapai usia 60 tahun dan masih diberi amanah menjabat Kepala Dinas. “Tidak ada kata lain selain mengucap syukur. Karena Dialah saya bisa sampai di usia ke-60 ini dan masih menjabat sebagai kepala dinas,” ujarnya.
Ia menyebut jabatan yang diemban penuh tantangan. “Menjabat kepala dinas tantangannya luar biasa. Tidak mudah kalau hanya berpandangan dengan teori. Berhadapan dengan tugas, apalagi yang kita layani ini masyarakat dengan segala keinginan yang luar biasa. Perlu kebijakan dan hikmat di dalamnya,” kata Alexander.
Menurutnya, tanggung jawab soal perumahan dan tanah tidak akan pernah berakhir. “Segala sesuatu di dunia ini pasti membutuhkan tanah, apalagi tempat tinggal. Bahkan Tuhan Yesus pun berkata di rumah Bapa-Ku banyak tempat. Kita semua percaya, di dalam Tuhan kita akan punya rumah, secara verbal maupun surgawi,” tuturnya.
Alexander menegaskan kepercayaan yang diberikan Gubernur Yulius Selvanus Komaling harus dijalankan cepat dan terukur. “Beliau seorang tentara. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab harus cepat, terukur. Kita selalu laksanakan tupoksi masing-masing,” tegasnya.
Ia berterima kasih kepada seluruh jajaran yang sudah bekerja baik. Meski begitu, ia mengingatkan masih banyak tugas belum tuntas. “Pertama, soal Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) 2026 harus diselesaikan. Tahun 2025 sementara diperiksa BPK, mudah-mudahan tuntas. Pekerjaan akhir yang harus diserahkan ke masyarakat itu wajib kita laksanakan,” ujarnya.
Kadis mengingatkan jajarannya agar bekerja sesuai aturan. “APH sebagai wasit yang mengawasi kita dalam tupoksi masing-masing. Jangan sampai kita berhadapan dengan APH,” pesannya.
Menyinggung masa tugasnya yang tak lama lagi berakhir, ia yakin penggantinya adalah orang mumpuni yang direstui gubernur. “Gubernur itu sakral melaksanakan tugas secara disiplin. Dia mau setiap tugas dijalankan sesuai aturan,” kata Alexander.
Ia menutup sambutan dengan refleksi. “Banyak masalah yang kita hadapi, tapi saya anggap itu hiasan dinamika hidup. Saya percaya siapapun kita akan menerima masalah. Itu gambaran hidup yang kita imani. Dengan sendirinya batu-batu itu akan dibukakan Tuhan untuk kita semua.”
Ibadah turut dihadiri para Kabid Ronald Richard Gioh, Ronny Muaja, Ignasius Banu SH, Jimmy Saruan, Trivo Reki Fredriek Nangoy, serta para PPK dan pegawai. Acara diisi pemutaran video, oleh Keluarga Londong, penyerahan bingkisan dari Sekretaris Dinas ke Kepala Dinas, foto bersama seluruh pejabat struktural, dan ditutup makan bersama.(luk)

